![]() |
JAKARTA — Polemik hasil Muktamar XXI Mathla’ul Anwar masih terus bergulir hingga hari ini, Kamis (21/5/2026). Gugatan hukum terkait hasil muktamar tersebut kini memasuki tahapan administrasi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan dijadwalkan sidang pada 3 Juni 2026 mendatang.
Gugatan itu diajukan oleh salah satu calon Ketua Umum PBMA, Andi Yudi Hendriawan Djuwaeli, yang menilai terdapat dugaan cacat prosedur dan kecurangan dalam pelaksanaan Muktamar XXI Mathla’ul Anwar yang digelar di Kota Serang pada 11–13 April 2026 lalu.
“Kami daftarkan gugatan ke PN Jakarta Pusat, karena hasil Muktamar Mathla'ul Anwar ke-21 cacat prosedur dan sarat kecurangan. Ada upaya sistematis dari pihak tertentu untuk memenangkan salah satu calon,” ujar Andi Djuwaeli dalam keterangannya.
Menurut Andi, langkah hukum yang ditempuh merupakan bagian dari upaya konstitusional untuk menguji keabsahan sejumlah keputusan yang dihasilkan dalam forum muktamar tersebut. Ia mengajukan perkara Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dengan didampingi tim kuasa hukum profesional.
“Saya menggunakan langkah konstitusional dengan ajukan perkara Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Dibantu oleh rekan-rekan pengacara profesional, saya yakin para hakim yang mulia akan kabulkan gugatan kami,” tandas putera almarhum KH Muhammad Irsjad Djuwaeli tersebut.
Dalam proses pengajuan gugatan itu, Andi turut didampingi sejumlah tokoh Mathla’ul Anwar, di antaranya Ketua Umum DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Ahmad Nawawi, Ketua Majelis Amanah PW Mathla’ul Anwar Sulawesi Utara, Firasat Mokodompit, serta Ketua PW Mathla’ul Anwar Nusa Tenggara Timur, Syafrudin Atasoge.
Andi berharap proses hukum dapat berjalan secara terbuka dan bermartabat serta menjadi pembelajaran organisasi dalam menjaga marwah dan independensi Mathla’ul Anwar sebagai organisasi Islam yang lahir jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.
“Bagi warga Mathla'ul Anwar, ini bukan hanya semata soal keputusan persidangan, akan tetapi menunjukan kedewasaan kolektif dalam menjaga marwah organisasi dan ikhtiar untuk bebas dari kepentingan pragmatis,” ujarnya.
Sementara itu, kuasa hukum Andi Djuwaeli dari Kesuma Muliana dan Co, Rocky P. Pasaeno, menyampaikan bahwa perkara saat ini masih dalam proses administrasi dan menunggu sidang lanjutan di PN Jakarta Pusat.
“Kami sudah menyiapkan sejumlah data dan fakta. Dilengkapi banyak bukti otentik yang menunjukan adanya dugaan kecurangan pada forum Muktamar Mathla'ul Anwar kemarin. Sekurangnya ada enam pihak yang menjadi tergugat dan turut tergugat. Kami optimis gugatan ini bisa dimenangkan,” kata Rocky.
Diketahui, Muktamar XXI Mathla’ul Anwar berlangsung kompetitif. Dalam pemungutan suara Ketua Umum PBMA, Andi Djuwaeli memperoleh 71 suara, sedangkan rivalnya, Jazuli Juwaeni, meraih 77 suara atau unggul tipis enam suara.


