Berita Pandeglang- dengan adanya gren isu terhadap Kepala Sekolah Kecamatan Bojong hal dugaan adanya pemotongan dana THR dan Dana Sertivikasi Guru Guru oleh Kepala Sekolah, membuat semua Kepala Sekolah merasa geram dan sontak beramai-ramai akan mengadukan ke pihak berwajib karena pecemaran nama baik intansi dan jabatan.
Menurut salah satu Kepala Sekolah SDN Bojong 1, Siti Ruhana S.Pd saat di kompirmasi awak media prihal tersebut menjelaskan, kami para Kepala Sekolah tidak terima dengan adanya grand isu dugaan pemotongan dana THR dan Sertivikasi Guru oleh masing masing Kepala Sekolah, bagaimana bisa ada ada Pemotongan dana tersebut, sedangkan setiap pencairan pun mulai gaji, sertivikasi dan THR, semua langsung ke rekening masing masing baik guru maupun kepala Sekolah. Jadi itu tuduhan yang tidak mendasar, kami semua merasa keberatan .. Ujarnya.
Di tempat yang berbeda Kepala sekolah SDN Banyumas 2 Kecamatan Bojong, saat di kompirmasi hal yang sama mengatakan, untuk guru guru SDN Banyumas 2 yang mendapatkan dana THR pada bulan April 2024, kami semua tidak ada yang ikut berbagi atau berpartisipasi kepada korwil Disdikpora kecamatan Bojong, karena berbagi atau berpartisipasi tersebut bukan paksaan atau keharusan, siapa yang mau berbagi silahkan tidak juga ga apa apa, itupun bukan Ke korwil tapi ke pegawai Honor Kantor korwil, jadi hanya bentuk partisipasi kepada Tenaga Honor.
. Ucapnya
Selain itu salah seorang guru ASN P3K di SDN Manggungjaya 2 (Eneng Ade Mulyaningsih) ketika ditemui awak media mengomentari terkait Issu dugaan pungli, bahwa itu tidak benar dan mengadudombakan kami sebagai guru, kami tidak merasa dipotong, dipaksa, ditekan dan diinstruksikan oleh kepala sekolah. Bahkan sebaliknya ketika THR masuk rekening kami dan di tarik dari ATM, kami sendiri yang bertanya kepada Kepala sekolah untuk Berbagi, berpartisipasi dan bersosial dengan rekan-rekan yang belum bernasib baik seperti kami (masih TKS) baik di sekolah maupun di kantor Korwil. Jiwa sosial kami terpanggil ketika mendapatkan rezeki lebih, kareana kami merasakan ketika nasib kami seperti mereka (TKS) menerima rezeki dari hasil rereongan berbagi guru-guru yang sudah PNS, kami bahagia dan bersyukur merasa diakui dan dihargai, tuturnya mengenang masa lalu sambil terbata-bata. Tuturnya
Hasan Basri selaku Ketua K3S Kecamatan Bojong juga menambahakan, berbagi ketika memiliki rezeki lebih merupakan anjuran yang dianjurkan oleh ajaran agama dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai pancasila sila ke 2, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Untuk itu seyogyanya apabila ada hal-hal yang belum dipahami dan mendapatkan informasi yang belum jelas kebenarannya, konfirmasikan dulu dengan pihak-pihak terkait, agar permasalahan menjadi terang benderang dan tidak menimbulkan keresahan.
Saya selaku bagian dari kepala sekolah dan juga pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Bojong sangat prihatin dan miris sekali terhadap grand tersebut, hal ini perlu segera diklarifikasi dan diluruskan agar tidak berlarut-larut serta tidak menjadikan rasa takut terhadap Kepala sekolah dan guru-guru yang berniat baik untuk berbagi, bersosial, dan mudah-mudahan menjadikan amal baik untuk kelak dikehidupan akhir di alam barzah. Aamiin yra.


