Adanya penurunan PAD Kabupaten pandeglang hal ini menuai kontroversi dalam dunia intelektual. Nyatanya menurunnya ekonomi di kabupaten pandeglang banyak sekali masyarakat pandeglang yang terkena dampak mulai dari penghasilan pedagang hingga daya beli pada padagang.
salah satunya yaitu pasar kabupaten pandeglang mulai dari pasar saketi, pasar cipeucang, pasar pandeglang, pasar picung, pasar bojong, pasar sodong, pasar labuan, pasar panimbang, pasar menes, pasar carita, pasar cibaliung, pasar cibitung.
Hal ini juga sangat berdambak pada Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Pandeglang. ucap Asep Dede Muhamad Akib,SE kepala upt Pasar Badak Pandeglang, Kamis,17/04/2025
Lanjut Asep Dede Muhamad akib, mengapa PAD kita turun karna pemda hanya menyewakan jasa kios dan lapak lapak di pasar itupun kita membeban kan pada pedagang mengikuti aturan Perda Nomor 4 tahun 2023 tahun lalu target 3 miliar lebih namun kita hanya bisa menerima dari para pedagang hanya beberapa persen karna maaih banyak yang belum sadar bahwa mereka mempunyai tanggung jawab kepada lahan pemda. tuturnA
Asep menjelaskan kita mempunyai kios hanya 1200 kios namun yang aktif berjalan hanya 600 sampai 700 kios yang berjalan masih banyak lagi yang kosong bahkan sampai rusak roling nya, Pedagang juga hanya kita beban kan dengan biaya 25 rb per m² untuk kios namun jika untuk sewa lapak pelantara hanya 10 Rb per m² itupun maaih banyak yang belum sadar bayar. jelasnya
Asep juga menambahkan, kita sudah memaksimalkan untuk membantu agar PAD kita naik namun kita sudah memaksimalkan bahkan dalam 1 bulan saja pajak parkir dalam 1 bulan sudah bisa menghaailkan Rp8.500.00 per bulan 1 tahun mampu menghasilkan Rp.90.000.000 juta, sampai Rp.100.000.000 juta,dan lagi bulan february tahun 2025 kemarin kita mendapatkan hasil Rp.200.000.000 juta , untuk bulan april tahun 2025 per tanggal 11 kemarin sudah masuk Rp. 700.000.000 juta jika si totalkan sudah sampai 1 miliar dalam 1 tahun. imbuhnya
kita juga memungut anggaran sampah sebesar 2 rb per hari dari para pedagang sandang pangan untuk bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dalam pengangkutan sampah.
Kita sudah memaksimalkan dalam mejalankan tugas untuk melakukan pengawasan pada Para pedagang namun masih banyak yang minim kesadaran dalam membayar sewa, kita juga sudah membuat gebrakan agar bisa mencapai targer namun kita tidak bisa memaksakan karna tahun lalu dan sekarang sangat berbeda, daya beli masyarakat sudah berkurang bukan lagi ke pasar namun ke belanja Online.
kita juga mau membuat perubahan namun kita tidak punya kewenangan untuk membangun pasar agar lebih bisa menarik dan membuat nyaman para pembeli karna kewenangan penuh adanya di Pimpinan. pungkasnya (IRGI)


