Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Pandeglang hanya sebesar 2,53 persen angka itu menurun dibanding dua tahun sebelumnya tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Pandeglang terekam di angka 3,10 persen. Kemudian naik menjadi 3,47 persen di tahun 2023.
Berikut adalah beberapa data ekonomi Kabupaten Pandeglang pada tahun 2024
Pada Februari 2024, Kabupaten Pandeglang mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,02%. Pada November 2024, indeks harga konsumen (IHK) perawatan pribadi dan jasa lainnya di Kabupaten Pandeglang berada di level 114,57. Pengeluaran di Kabupaten Pandeglang telah mengalami pertumbuhan 4,95% (year to date/ytd) dibandingkan dengan posisi awal tahun. Berikut adalah beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga pada Februari 2024, Makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,02%Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,53% Kesehatan sebesar 1,88% Rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,59% Penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,65%
Pandeglang. Di kedua kabupaten ini masih menyimpan potensi sumber daya air, pertanian, kehutanan, pertambangan, dan pariwisata yang belum dikelola secara optimal
| Jenis Tanaman Perkebunan | ||
|---|---|---|
| Produksi Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten Pandeglang (Kuintal) | ||
| Lada | 220,00 | 280,00 |
| Cengkeh | 6.680,00 | 6.884,04 |
| Kapok Randu | 4,00 | 110,00 |
Kabupaten Pandeglang terdiri dari 35 kecamatan, 13 kelurahan dan 326 desa dengan jumlah penduduk pada tahun 2017 diperkirakan sebesar 1.175.148 jiwa dan luas wilayah 2.746,89 km² dengan kepadatan 428 jiwa/km²
Pandeglang dikenal dengan sebutan "Kota Badak". Hal itu karena di Pandeglang terdapat habitat satwa endemik yang dilindungi Badak Jawa, yang berada di taman nasional ujung kulon (TNUK).
Kabupaten Pandeglang secara Geografis terletak antara 6 21'- 7 010' Lintang Selatan dan 104 48- 106 11' Bujur Timur. dengan Luas Wilayah 2.747 Km 2. atau sebesar 29,98 Persen dari luas Provinsi Banten dengan Panjang Pantai mencapai 307 km.

